Peneliti Kampus Temukan Cara Membuat Desain Ponsel Sekecil Pulpen

loading…

Dinamakan MagicScroll, ini adalah silinder dengan layar sentuh fleksibel yang digulung sesuai kebutuhan. Desainnya mirip gulungan daun lontar dalam film-film yang menampilkan seorang ksatria penunggang kuda yang membuka gulungan berisi titah rajanya. Foto

ONTARIO – Ketika pabrikan smartphone masih berupaya mendesain layar ponsel yang bisa dilipat, ternyata peneliti di Queen University, Kanada, berada satu langkah di depannya.

Para peneliti menciptakan teknologi desain layar ponsel canggih tapi dengan desain kuno. Tim peneliti dari kampus yang berbasis di Ontario, Kanada itu menciptakan prototipe dari produk seluler terbaru. Prototipe ini tidak mirip tablet dan juga tak sama dengan ponsel meskipun dapat melakukan panggilan.

Dinamakan MagicScroll, ini adalah silinder dengan layar sentuh fleksibel yang digulung sesuai kebutuhan. Desainnya mirip gulungan daun lontar dalam film-film yang menampilkan seorang ksatria penunggang kuda yang membuka gulungan berisi titah rajanya.

Laman PhoneArena, Senin (3/9/2018), melaporkan, MagicScroll memiliki layar sentuh fleksibel seluas 7,5 inci dengan resolusi 2K yang digulirkan keluar dari silinder yang dibuat oleh printer 3D. Komponen seperti motherboard ditempatkan di dalam silinder.

Seperti yang kita ketahui, perangkat ini dapat digunakan sebagai telepon ketika layar digulung kembali ke dalam gulungan plastik. Produk juga dilengkapi dengan kamera dan dapat diatur untuk berputar atau bergerak ketika pemberitahuan diterima.

“Kami terinspirasi oleh desain gulungan kuno karena bentuknya memungkinkan pengalaman yang lebih alami, tidak terganggu dari garis waktu visual yang panjang. Sumber inspirasi lain adalah sistem pengarsipan rolodex lama yang digunakan untuk menyimpan dan menelusuri kartu kontak. Roda gulir MagicScroll memungkinkan gulir tanpa batas untuk penelusuran cepat melalui daftar panjang. Membuka gulungan adalah pengalaman nyata yang memberikan tampilan layar penuh dari item yang dipilih. Menjelajah gambar melalui linimasa Instagram, pesan, atau kontak LinkedIn dengan cara ini!” ungkap Roel Vertegaal, Direktur, Human Media Labs seperti dilansir dari website resminya.

Menurut Roel Vertegaal, tujuan dari pembuatan prototipe ini adalah mengecilkan perangkat ke ukuran pena sehingga dapat dibawa di saku baju. Dia juga mengatakan, proyek tersebut memperlihatkan bahwa layar tidak harus datar, dan di masa depan apa pun bisa menjadi layar.

Dia mencontohkan, cangkir kopi recycle dapat dibuat layar yang memungkinkan Anda memesan kopi sebelum tiba di kedainya. Dengan cara ini, Roel mengatakan, tim sedang mengeksplorasi bagaimana sebuah objek dapat menjadi aplikasi.

(mim)