Sederhana Tapi Ceria, Ternyata Ini Filosofi Lagu Gemu Famire

JawaPos.com – Lagu Gemu Famire atau lebih dikenal Maumere semakin menunjukan eksistensinya di kancah budaya Indonesia. Kali ini bersama TNI lagu tersehut dianugerahi rekor MURI, karena ditarikan oleh 346.821 orang secara serentak di tiga zona waktu berbeda.

Pencipta lagu Gemu Famire Frans Cornelis Dian Bunda pun menjelaskan filosofi di balik lagu tersebut. Lagu itu awalnya diciptakan sebagai ucapan selamat datang bagi para tamu yang datang ke Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Mereka boleh dengar lagu ini dan mereka boleh menjadikan ini oleh-oleh, fokusnya saya memang bikin lagu di mana mereka datang, mereka senang, mereka pulang, mereka ingat lagu itu,” ujar Frans di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (4/9).

Lagu ini dicipatakan Frans pada 2011 silam. Namun mulai banyak dikenal oleh masyarakat luas setelah setahun kemudian.

Lagu Gemu Famire sendiri banyak diisi oleh kearifan lokal. Di antaranya seperti gong, dan syairnya diambil dari notasi dasar musik.

“Saya mengambil cukup banyak kearifan lokal di musik itu, yakni gong maning, dan syairnya saya ambil dari kebiasaan guru-guru zaman dulu mengajarkan notasi,” jelas Frans.

“Makanya ada Gemu ada Famire-nya. Fa-Mi-Re itu not. Dan Gemu itu memasukkan ke dalam mulut. Itu maknanya cara belajar notasi di zaman sekolah,” imbuhnya.

Guru SMK Yohanes 23 Maumere itu mengatakan, secara kelusuruhan lagu Gemu Famire bermakna sebuah kegembiraan. Gerakan-gerakan tari lagu itupun melambangkan keceriaan.

“Makna keseluruhan lagu Gemu Famire untuk bergembira, karena ada gerakan putar kiri, putar kanan,” pungkas Frans.

Lagu ini tidak hanya dinyanyikan oleh Frans seorang, melainkan duet dengan adiknya, Alfred. Lagu ini dipoduseri oleh Kaharudin dan mixing studionya dilakukan oleh Osi Lelo (alm).

(sat/JPC)

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.