Tidak Ikut Piala Dunia 2018, Morata Sempat Frustrasi

loading…

LONDON – Perjalanan karier Alvaro Morata bersama Chelsea tidak semudah yang dibayangkan. Penyerang berusia 25 tahun itu bahkan sempat berpikir meninggalkan The Blues pada bursa transfer musim panas lalu.

Hal itu diungkapkan Morata di sela-sela persiapan Spanyol jelang laga uji coba kontra Inggris yang berlangsung di Wembley Stadium, Sabtu (8/9). Dia mengatakan pada musim pertamanya di Chelsea tidak berjalan mulus. Mencuat di awal musim 2017/2018, grafik mantan pemain Real Madrid dan Juventus tersebut malah menurun.

Cedera yang dialaminya di pertengahan musim membuatnya kian terpinggirkan oleh pelatih Antonio Conte. Total dari 48 penampilannya di semua kompetisi, Morata hanya mengemas 15 gol. Akibatnya, Morata harus menerima kenyataan pahit. Dia tidak disertakan pelatih Julen Lopetegui ke skuad Spanyol di Piala Dunia 2018.

“Tahun lalu adalah bencana bagi saya. Saya bergabung dengan Chelsea, tetapi saya seperti tidak tahu di mana saya berada. Saya tidak bahagia. Tidak pergi ke Piala Dunia 2018 membuat saya sedih. Saya tidak menjalani musim yang baik dan pelatih (Lopetegui) membuat keputusannya,” kata Morata dilansir dailymail.

Rasa frustrasi membuat Morata sempat berpikir meninggalkan Chelsea pada bursa transfer musim panas lalu. Primera Liga dan Seri A menjadi pertimbangan pelabuhan kariernya selanjutnya. Maklum, Morata sempat menjalani musim yang indah bersama Real Madrid dan Juventus. Namun, Morata mengurungkan niatnya dan memilih bertahan di Stamford Bridge.

Dia juga tidak merasa kecewa dengan Lopetegui yang tidak menyertakannya ke Rusia karena menganggap penampilannya di klub sangat buruk. “Anda tidak bisa selalu lari dari kenyataan. Saya tidak menyimpan dendam kepada Lopetegui. Saya pernah menjalani banyak hal baik bersamanya. Saya hanya tidak melakukan musim terbaik saya,” ujarnya.

Kedewasaan sikap Morata membuatnya lebih terfokus menata ulang kariernya bersama Chelsea. Hal itu terbukti tepat. Perjuangan dan kerja kerasnya membuat pelatih anyar The Blues, Maurizio Sarri, terkesan dan memberikan kepercayaan besar. Secara perlahan Morata mulai menunjukkan kualitasnya. Tercatat dia selalu diturunkan pada empat laga terakhir Liga Primer musim ini.

Sejauh ini Morata telah mengemas lima penampilan dan mencetak satu gol di semua kompetisi. Performa impresifnya bersama Chelsea membuat Morata dilirik pelatih Spanyol, Luis Enrique, dan memasukkannya ke dalam skuad La Furia Roja yang akan berhadapan dengan Inggris, Sabtu (8/9) dan Kroasia, Selasa (11/9), pada ajang Nations League.

Kembali keskuad Spanyol membuat Morata bahagia. Penyerang bertinggi badan 189 cm itu tidak ingin menyia-nyiakannya. Dia berjanji bekerja keras dan memberikan seluruh kemampuan terbaik bagi tim nasional. Alasannya, dia telah mengalami banyak momen sulit.

“Tapi, Anda tidak perlu lagi meratapi masa lalu. Saya hanya melakukan apa yang harus dilakukan untuk kembali ke tim nasional. Ketika Anda melihat rekan-rekan setim berjuang dari televisi, Anda baru mengetahui betapa berartinya bermain bersama Spanyol,” katanya
Bergabungnya Morata ke timnas Spanyol bu kan tanpa alasan. Saat mengumumkan 23 nama pemainnya, Jumat (31/8), Enrique menilai kemampuan sang bomber sangat diper lukan Spanyol dalam mengarungi dua laga Nations League.

“Morata adalah pemain yang menawarkan banyak kemungkinan. Dia tidak menjalani musim yang baik musim lalu dan hal itu me nye babkan namanya tidak masuk dalam skuad Piala Dunia 2018. Tapi, saya telah melihat peningkat annya di awal musim ini. Semoga dia mampu menjaga konsistensi,” katanya.

(don)