Islam Asia Tenggara Diperkenalkan ke Dunia Internasional

JawaPos.com – Pemerintah Indonesia akan menggelar agenda ilmiah Islam dunia, yaitu Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2018. Rencananya, kegiatan tahunan ini akan digelar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu pada 17-20 September 2018.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim menuturkan Kementerian Agama (Kemenag) berupaya untuk terus mempromosikan Islam di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, di mata internasional. Salah satunya melalui forum-forum ilmiah internasional seperti AICIS ini.

Dia menilai selama ini pusat Islam itu dinilai ada di Asia Tengah atau Asia Barat. Padahal karakter Islam di Asia Tenggara atau Indonesia lebih modern. Di antaranya memiliki karakter toleran, moderat, dan kompatibel dengan sistem demokrasi.

“Di Forum AICIS akan hadir 23 negara. Kami ingin promosikan Islam Asia Tenggara,” jelasnya di Jakata, Kamis (13/9).

Guru besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menuturkan Islam di Asia Tenggara, khususnya Indonesia yang toleran bisa menjadi penangkal kebangkitan kelompok ekstremis baru-baru ini. Dia berharap Islam yang berkembang di Indonesia bisa menjadi solusi memunculkan demokratisasi.

Arskal menceritakan setiap pelaksanaan AICIS memiliki karakter sendiri-sendiri. Tahun lalu misalnya, AICIS yang digelar di Serpong menghasilkan Deklarasi Serpong.

Isi deklarasi tersebut intinya penguatan identitas keIndonesiaa. Selain itu juga menangkal radikalisme yang menyusup ke perguruan tinggi di bawah Kemenag.

Tindak lanjutnya, Kemenag melakukan pembekalan kepada seluruh kampus sebelum masa pelaksanaan orientasi mahasiswa baru. Sebab pada masa itu, sering terjadi rekrutmen oleh organisasi Islam transnasional dan Islam Radikal.

“Alhamdullah orientasi mahasiswa baru berjalan dengan baik,” tuturnya.

Kemenag merasa forum AICIS memiliki kontribusi penting. Sebab, 25 persen penduduk muslim dunia atau sekitar 1,6 miliar jiwa berada di Asia Tenggara.

Sehingga Islam di Asia Tenggara harus bisa tampil di dunia. Dengan porsi yang cukup besar itu, seharusnya Asia Tenggara bisa memainkan peran utama dalam dinamika dunia Islam internasional.

“Kampanye ISIS yang terus menerus melawan kemanuisaan, telah membuat citra Islam merosot di mata dunia,” tutur Asrkal.

(wan/JPC)

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.