Dokter: Pencegahan Virus Rubella Paling Efektif Adalah Lewat Vaksinasi

JawaPos.com – Pemerintah berkomitmen kuat dalam mewujudkan eliminasi campak dan kecacatan bawaan rubella (Congenital Rubella Syndrome) di Indonesia pada tahun 2020. Strategi yang ditempuh adalah pemberian imunisasi Measless Rubella (MR) untuk anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun.

Lalu, mengapa Vaksinasi MR perlu dilakukan?

Vaksinasi MR diberikan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan.

vaksinasi rubella, campak rubella,Info grafis cakupan imunisasi campak rubella atau MR yang rendah dibeberapa provinsi. (Rofiah Drajat/JawaPos.com)

Rubella merupakan campak Jerman yang seringkali tak menimbulkan gejala. Banyak masyarakat belum familiar dengan virus tersebut. Tanda-tandanya mirip seperti campak tetapi lebih ringan.

Biasanya jika menyerang di usia anak, gejala Rubella ditandai dengan ruam-ruam kemerahan, demam, mual, tidak nafsu makan, mata merah, dan berbagai tanda lainnya.

Kondisi ini juga dialami oleh orang dewasa yang terpapar namun dalam kondisi lebih berat. Diagnosa dilakukan berdasarkan pemeriksaan cek darah dan air liur.

Sehingga, penderita rubella pada anak-anak cenderung mengalami gejala-gejala yang lebih ringan daripada penderita dewasa. Tetapi ada juga penderita rubella yang tidak mengalami gejala apa pun, namun tetap dapat menularkan virus rubella.

“Pencegahan rubella yang paling efektif adalah dengan vaksinasi, terutama bagi wanita yang berencana untuk hamil. Sekitar 90 persen orang yang menerima vaksin ini akan terhindar dari rubella,” tegas
Disease Prevention Expert yang juga CEO dari In Harmony Vaccination dr. Kristoforus Hendra Djaya SpPD, Jumat (14/9).

Untuk itu, ia mengapresiasi langkah pemerintah untuk vaksinasi MR secara nasional. Sebab, untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan terlindung dari virus, setidaknya harus memenuhi 90-95 persen orang yang divaksin.

Jika ditanya apakah memungkinkan Indonesia bebas campak dan rubella pada 2020? Menurut dr. Kristoforus, virus bisa muncul kapan saja dan tak dapat diprediksi. Apalagi jika angka cakupan imunisasi masih rendah.

“Yang namanya virus kita enggak bisa jamin kapan munculnya. Tiba-tiba saja,” tegasnya.

Untuk itu, ungkap dr. Kristoforus, pemberian vaksin MR direkomendasikan pada anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun. Vaksin MR ini diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak duduk di bangku kelas 1 SD, yaitu sekitar usia 6 tahun. Orang dewasa dan anak-anak yang hanya mendapatkan satu kali suntikan vaksin MR, dapat mendapatkan vaksin MR pada usia berapa pun.

(ika/JPC)

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.