Pengamat: Jangan Biarkan Pengemudi Istirahat di Ruang Bagasi Bus

JawaPos.com – Sepekan sudah tragedi kecelakaan bus pariwisata yang terjun ke jurang di di Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat. Di balik kecelakaan nahas yang mengakibatkan 21 nyawa meninggal itu, ada persoalan lain selama ini diabaikan. Yakni tempat peristirahatan yang layak bagi pengemudi bus pariwisata.

Pengamat Transportasi dari Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno mengungkapkan, harus ada perbaikan sistem transportasi bagi dalam penyelenggaran bus wisata ke depan.

Perbaikan itu pun harus melibatkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Kementerian yang dipimpin Arief Yahya itu harus berperan untuk membuat aturan di bidang transportasi pariwisata. Di antaranya, setiap hotel, penginapan, obyek wisata harus menyediakan tempat istirahat yang memadai bagi pengemudi bus wisata.

Pengamat: Jangan Biarkan Pengemudi Istirahat di Ruang Bagasi BusKecelakaan yang dialami bus wisata kerap dipicu kurang istirahatnya si sopir. (ARINI/FAJAR/Jawa Pos Group)

“Selama ini masih banyak pengemudi yang beristirahat di sembarang tempat dan tidak layak,” kata Djoko Setijowarno kepada JawaPos.com, Minggu (16/9).

“Jangan biarkan pengemudi beristirahat di ruang bagasi bus yang tidak menyehatkan,” sambungnya.

Menurut Djoko, kalau kecelakaan bus pariwisata pemicu dominannya adalah sopir mengantuk, maka itu merupakan preseden buruk bagi sektor pariwisata di Indonesia.

Padahal beberapa waktu lalu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah memberikan beberapa rekomendasi ke Kemenpar, tapi tidak mendapat respons seperti yang diharapkan. “Kementerian Pariwisata kurang mendukung rekomendasi yang diberikan KNKT beberapa waktu yang lalu,” ungkap Djoko.

Dia menegaskan, sopir angkutan bus baik umum ataupun pariwisata merupakan orang-orang berkompetensi atau profesional. Mereka adalah pengemudi yang mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai Pasal 78 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dalam UU itu disebut beberapa ketentuan dalam mengemudi. Di antaranya durasi waktu berkendara. “Waktu mengemudi juga harus dibatasi, yakni paling lama delapan jam sehari. Setelah mengemudikan kendaraan umum selama empat jam berturut-turut, pengemudi wajib beristirahat paling singkat setengah jam,” sarannya.

Untuk diketahui lagi, kecelakaan bus pariwisata terjadi di Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9). Pada kejadian nahas itu bus tersebut masuk ke dalam jurang selaam 30 meter. Akibatnya 21 orang meninggal dunia.

(yes/JPC)

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.