Cara Mendidik Anak Tak Cukup Hanya dengan Belajar Teori

loading…

Andhika Prastawa, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informatika, Energi dan Material serta Khamim, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud saat bertanding robot di booth Olimpiade Robotika SINDO 2018 di Kuningan City, Jakarta, Minggu (23/9/2018). F

JAKARTA – Koran SINDO dan SINDONEWS.com menggelar Olimpiade Robotika SINDO (ORS) 2018. Ajang yang telah memasuki tahun ke-3 ini merupakan hasil kerja sama dengan Robotic Explorer yang disponsori Generali.

Pung Purwanto, Pemimpin Redaksi Koran SINDO dan SINDONEWS.com mengatakan, ORS 2018 adalah kegiatan tahunan sebagai sarana menunjukan kemampuan anak negeri untuk mewujudkan bangsa yang sanggup menciptakan produk dalam dunia sains, khususnya robotika.

“Anak-anak tidak hanya berkutat pada teori penciptaan, tapi juga bisa mewujudkan karya dalam bentuk nyata. Tak hanya itu, mengenalkan robotika di usia dini sangat penting, bukan hanya pelengkap tapi juga kurikulum wajib,” kata Pung Purwanto saat memberikan kata sambutan pada kegiatan yang digelar di Kuningan City, Jakarta, Minggu (23/9/2018).

ORS 2018 diadakan sejak 15 Agustus hingga acara puncak hari ini yang diikuti sebanyak 800 siswa sekolah dasar (SD) sederajat dari wilayah Jabodetabek. Keseluruhan peserta terbagi menjadi 250 tim dan tiap tim terdiri dari tiga siswa dan seorang guru pendamping.

Dari 250 tim akan disaring menjadi 25 tim dan pada tahap akhir nantinya hanya akan menyisakan enam tim. Pada acara puncak nanti sebanyak 25 tim bakal membuat program, merakit, dan bertanding dengan waktu 90 menit. Enam tim yang tersisa akan memperebutkan juara 1, 2, 3 dan juara harapan 1, 2, 3.

Bagaimana dengan hadiahnya? Untuk juara 1 diganjar hadiah Rp10 juta, juara 2 Rp7 juta, dan juara 3 mendapatkan Rp5 juta.

Vivin Arbianti Gautama, Chief Marketing &Customer Officer Generali Indonesia mengatakan, perlu kegiatan semacam ini untuk mendistrak anak dari gadget. Bila sering ada kegiatan seperti sekarang, maka anak-anak mampu mengenali cara berpikirnya.

“Bukan menjauhi gadget tapi membatasi anak dalam penggunaan gadget dan melakukan kegiatan positif lainnya,” tambah Vivin.

Dia juga berharap semoga kegiatan seperti ini bisa diadakan rutin dan skalanya bisa diperbesar nasional hingga international.

(mim)