422 Fasilitas Pendidikan Rusak, Pemerintah Dirikan Sekolah Darurat

JawaPos.com – Sektor pendidikan merupakan salah satu yang paling parah terkena imbas gempa di Sulawesi Tengah dua pekan lalu. Berdasar data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada sekitar 186 ribu siswa yang terdampak gempa.

Fasilitas pendidikan di berbagai jenjang pun mengalami kerusakan parah. Tercatat ada sekitar 422 unit fasilitas pendidikan yang rusak.

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kemendikbud Poppy Dewi Puspitawati mengatakan, pihaknya kini menyiapkan pembangunan 333 unit sekolah darurat. Selain itu, nantinya ada tenda-tenda yang akan dijadikan ruang kelas berstandar internasional dari United Nations Children’s Fund (UNICEF).

“Dipersiapkan 333 unit sekolah darurat dengan kapasitas 7 ruang kelas,” ujar Poppy.

Untuk pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan, pemerintah mengucurkan dana sekitar Rp 245,6 miliar. Alokasi anggaran tersebut diharapkan bisa mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar.

Menurut Poppy, sekolah di tenda-tenda darurat sudah mulai berjalan sejak Senin (8/10). “SekarangMasih dilakukan pendataan terhadap semua murid dan guru atau tenaga pengajar,” kata dia.

Beberapa sekolah yang sudah mulai aktivitasnya adalah SMPN 1 Palu, SMAN 1 Palu, SD Inpres, SMPN 6 Palu, SMPN 13 Palu, SMA PGRI Palu, dan SMAN 4 Palu.

Adapun 422 unit fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan. Di antaranya 5 unit gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 205 gedung Sekolah Dasar (SD), 45 gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP), 89 gedung Sekolah Menengah Atas (SMA), 74 gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 4 gedung Sekolah Luar Biasa (SLB).

(yes/JPC)

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.