Tak Setuju Ibu Kota Sulteng Dipindah, Begini Solusi Wapres JK

JawaPos.com – Kondisi Kota Palu sebagai ibu kota Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini tengah memprihatinkan akibat gempa dan tsunami yang melanda wilayah tersebut. Lantas belakangan muncul saran agar ibu kota Sulteng dipindahkan ke tempat lain yang lebih aman, bukan di Palu.

Namun, rencana itu sepertinya tidak akan mendapat restu dari Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla. Menurut dia tidak seluruh wilayah di kota Palu berbahaya untuk ditempati.

“Tidak semua di Palu itu berbahaya. Hanya ada daerah-daerah tertentu di garis itu (sesar Palu Koro) itu nggak boleh bangun di situ, bukan memindah,” ujar JK di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

JK lebih setuju, tata ruang Palu dibuat lebih rapi dengan memperhatikan potensi bencana. JK menyarankan agar bangunan tidak didirikan di lokasi garis sesar Palu Koro. Hal itu dilakukan guna menekan korban dan kerugian jika bencana kembali terjadi.

Selain itu untuk pemindahan sebuah kota dikatakan JK harus melihat aspek-aspek detailnya. Misalnya, anggaran biaya yang dibutuhkan, yang berpotensi membebani negara.

“Jangan hanya dilihat pemindahan kantor. Pemilihan pegawainya gimana, rumahnya (kalau pindah)? Kalau ada seribu, tiga ribu pegawai mesti bikin 3 ribu rumah di situ bagaimana caranya. Semua instansi harus pindah,” sambung JK.

Lebih lanjut, JK menilai keseluruhan Sulteng merupakan wilayah rawan gempa bumi. Pemindahan kota dianggap tidak akan efektif, karena wilayah di luar Palu pun kemungkinan masih akan diguncang gempa.

Oleh karena itu, pria asal Makassar itu menyarankan agar kontruksi bangunan yang menjadi fokus pembenahan di Sulteng. Dia berpendapat ini menjadi solusi terbaik untuk masyarakat Palu.

“Solusinya rumah tahan gempa itu lebih murah dibanding memindahkan. Dan secara strategis ini (Palu) berada di selat Makassar, transportasi lebih mudah,” pungkasnya.

(sat/JPC)

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.